You're here : Home Shop Novel Petualangan PENDEKAR SENDANG
Info: Your browser does not accept cookies. To put products into your cart and purchase them you need to enable cookies.
E-mail
The Compassionate SamuraiApakah Ikan Merasa Haus?

PENDEKAR SENDANG
View Full-Size Image


PENDEKAR SENDANG

Harga: Rp37.000,00
Rp31.450,00
Anda Hemat: 15.00%

PESAN BUKU INI VIA EMAIL

PENDEKAR SENDANG
Penerbit      :  Alvabet
Pengarang  :  Viddy AD Daery


Di usia senja kekuasaannya, Kerajaan Majapahit yang rapuh secara politik kehilangan kendali “hukum”. Tak ada lagi aturan, tak ada lagi moral, tak ada lagi tata susila. Kehidupan masyarakat kacau-balau: angkara murka merajalela, kejahatan merebak di mana-mana, perampok dan oknum penguasa semena-mena terhadap rakyat jelata.
Pada masa itulah berkelebatan seorang pendekar sakti mandraguna. Dalam pengembaraannya, sang pendekar kerap berikhtiar mengamankan kawasan pesisir utara dari sepak terjang kaum durjana. Namun, pendekar itu—yang merupakan cucu Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur—tak hanya mengumbar kekerasan terhadap penjahat, tapi juga memberi pencerahan dengan bahasa dakwah yang lembut dan damai.
Melanjutkan tradisi SH Mintardja, Pendekar Sendang Drajat adalah novel silat tentang wilayah paling utara Majapahit di tahun 1500-an—wilayah itu dulu disebut Pamotan-Tuban (kini bernama Lamongan), tempat benteng pasukan Majapahit paling berani. Inilah karya yang mengungkap satu fragmen riwayat kerajaan terbesar di Nusantara yang tak terkupas oleh buku-buku sejarah kerajaan.
 
* * * * *
“Saya adalah orang yang paling merasa senang ketika ruang yang selama ini diam sepeninggal pendekarnya itu mulai bergerak. Saya mencatat, setidaknya setelah Singgih Hadi Mintardja (SH Mintardja ) membesut Nogososro dan Sabuk Inten serta Api di Bukit Menoreh, lebih sepuluh tahun sepeninggalnya, ranah sastra silat langsung membeku. Arswendo Atmowiloto yang membesut Senopati Pamungkas entah mengapa tidak lagi menulis buku sejenis. Asmaraman Sukowati Khoo Ping Hoo, dalang cersil China, telah meninggal. Sementara Herman Pratikto, pembesut Bende Mataram, tidak ada kabar kelanjutannya.
Setelah saya melepas pentalogi Gajah Mada, ruang kosong itu bergolak lagi.  Ada Hermawan Aksan yang bercerita tentang Dyah Pitaloka menggunakan cara pandang Sunda. Ada pula Remi Silado yang bertutur tentang Diponegoro. S. Tidjab pun turun gunung melalui Pelangi di Atas Glagah Wangi, demikian pula Gamal Komandoko lewat Ken Arok, Banjir Darah di Tumapel.
Berikut ini, sebuah kisah yang membuat saya agak terenyak. Majapahit di tahun 1500-an diolah dalam judul Pendekar Sendang Drajad oleh Viddy AD Daery, menempatkan kita lebih mudah belajar sejarah tanpa berniat belajar sejarah.”
—Langit Kresna Hariadi, penulis pentalogi Gajah Mada
_______________________________________
“Karya kreatif apa pun, selagi dihasilkan di atas landas yang jujur, wajar dan bermaruah, harus dihargai dan disokong oleh setiap khalayak pembaca. Apalagi kalau karya tersebut dilabelkan sebagai "novel sastera silat bertema Islam", yang agak asing bagi saya atau umumnya pembaca di Malaysia.
Pendekar Sendang Drajat (terus terang tokoh ini juga sangat asing bagi saya), saya percaya akan jadi karya hebat dan mendapat reaksi yang baik dari khalayak, kerana keluarbiasaan genre tersebut. Dari petikan yang saya baca, jelas gaya penceritaan novel ini sangat dramatik dan sinematik, memungkinkan ia mudah diadaptasi kepada medium visual, layar perak terutamanya, untuk menjangkau khalayak yang lebih besar. Semoga sukses!"
—Zakaria Arifin, Kuala Lumpur, Malaysia—sesepuh ASWARA [Akademi Seni Budaya dan Warisan Kebangsaan, dulu bernama Akademi Seni Kebangsaan]
_______________________________________
"Perlawanan terhadap penjajah sering menjadi elemen penting dalam sastera pascakolonial sebagai suatu strategi mengangkat rasa yakin diri pribumi untuk menghadapi tantangan neokolonialisme mahupun neoimperialisme yang tidak pernah berhenti. Novel sebagai senjata budaya yang telah lama dimanfaatkan oleh kuasa kolonial tidak pernah hilang "taji"nya.
Saya membaca, novel ini juga tampaknya telah berfungsi dengan baik dan mantap bagi tujuan menghimpunkan kekuatan jati diri pribumi melalui bumbu sejarah dan fiksinya. Tiada yang lebih penting dalam sastera selain manfaatnya untuk membangunkan jiwa manusia agar sadar akan tugasnya sebagai khalifah Allah di muka bumi, dan inilah yang terkesan dalam novel ini."
—DR. Mohamad Saleeh Rahamad, kritikus sastra dan dosen Universiti Malaya, Kuala Lumpur
_______________________________________
“Sejarah dan sastera adalah dua wajah pada perkembangan kehidupan masyarakat. Keduanya merupakan narasi yang berusaha menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa berlaku. Keduanya memusatkan manusia sebagai pelaku aktif.
Apabila sejarah menemukan dan ditemukan dengan sastera dalam kisah pendekar, degup jantung masyarakat menjadi bertambah intens dan deras, kerana suara perjuangan, kepahlawanan dan pengorbanan menjadi teras pengucapan dan ekspresi.
Minda dan jiwa bergetar dan disentak lewat pembacaan lantas menjadikan kita
manusia yang hidup tanpa menyerah kalah dalam apa jua pun.
Usaha Pak Viddy harus disanjung.”
—Isa Kamari, sastrawan Singapura



Customer Reviews:

There are yet no reviews for this product.
Please log in to write a review.


Buku Rekomendasi

Sejarah Gelap Presiden Amerika Serikat
Sejarah Gelap Presiden Amerika Serikat
Rp98.800,00
Rp83.980,00
Anda Hemat: 15.00%



Entreprenista
Entreprenista
Rp50.000,00
Rp42.500,00
Anda Hemat: 15.00%



Entreprenista
Entreprenista
Rp50.000,00
Rp42.500,00
Anda Hemat: 15.00%



Entreprenista
Entreprenista
Rp50.000,00
Rp42.500,00
Anda Hemat: 15.00%



Sandiaga Uno
Sandiaga Uno
Rp35.000,00
Rp29.750,00
Anda Hemat: 15.00%



Langkah Sejuta Suluh
Langkah Sejuta Suluh
Rp88.000,00
Rp74.800,00
Anda Hemat: 15.00%



Rantau 1 Muara
Rantau 1 Muara
Rp68.000,00
Rp57.800,00
Anda Hemat: 15.00%



Madre
Madre
Rp49.000,00
Rp41.650,00
Anda Hemat: 15.00%



Yahoo Messenger

Koleksi Buku

Mawar Tak Berduri
Mawar Tak Berduri
Rp55.000,00
Rp46.750,00
Anda Hemat: 15.00%


DESAIN GEDUNG DAN BANGUNAN DENGAN ARCHICAD 13
DESAIN GEDUNG DAN BANGUNAN DENGAN ARCHICAD 13
Rp42.500,00
Rp36.125,00
Anda Hemat: 15.00%


Cookies Buket Hias
Cookies Buket Hias
Rp35.000,00
Rp29.750,00
Anda Hemat: 15.00%